Sahabat sekolah Jepang masih ingat bukan gurauan “orang miskin dilarang sakit!” Ada ada saja ya 🙂 Nah, kali ini senafas dengan HUT Kartini, saya ingin berbagi cerita tentang Ibu Jepang dilarang sakit! Maksudnya, ibu-ibu yang tinggal di Jepang, baik yang asli Jepang (lebih…)
Archive for the ‘JEPANG MAJU, MENGAPA?’ Category
Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi
Jumat, Maret 18th, 2011“Sepertinya, salah satunya karena pendidikan sejak usia dini di Jepang, Pak :)”
Sikap Penduduk Jepang
Bagaimana takjubnya dunia terhadap perilaku penduduk Jepang pasca musibah tsunami sudah banyak Anda baca. Dunia kagum dengan kedisiplinan dan kerukunan orang Jepang melewati masa-masa sulit. Tak ada rebutan makanan, walaupun perut kosong atau anak menangis. Tak ada saling serobot lalu lintas, meski sudah lebih dari lima jam jalan tidak bergerak. Tak ada amarah atau komplain yang diucapkan, kendati listrik terus-menerus padam dan (lebih…)
Hebatnya kereta api Jepang
Selasa, Juli 20th, 2010Akhir tahun 2008 lalu, bersama beberapa kensusei (WNI yang kerja magang di Jepang) saya mencoba naik Japan Railway (JR) dari Kure menuju Osaka. Selain JR, jurusan antar kota juga dilayani oleh kereta cepat shinkansen. Ada juga chikatetsu yang spesialis kereta bawah tanah dan kintetsu yang hampir mirip JR, namun nampaknya hanya khusus dalam kota. Saya sangat beruntung waktu itu, karena teman-teman kenshusei, seperti mas Firman (Solo), (lebih…)
Agama punya Kitab Suci, Prefecture Jepang punya aturan
Rabu, April 15th, 2009
Pepatah mengatakan “Di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung”. Di Matsuyama (Jepang) ini, kami hanya pendatang. Semuanya serba baru, Jepang punya: bahasa, makanan, cuaca, dan banyak yang lainnya, termasuk aturan main Jepang.
1. Five menit before. Datang 5 menit sebelum acara dimulai adalah keharusan. Baik itu dalam acara semacam (lebih…)
PPI AIDAI (komsat Ehime University), Korda Shikoku, Jepang
Rabu, Oktober 15th, 2008
PPI Aidai merupakan Persatuan Pelajar Indonesia yang sedang belajar di Ehime Prefecture, Jepang. Saat ini sekitar 25 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia sedang menimba ilmu di sini. Ada yang dari Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Makasar, Samarinda, Gorontalo, dll. Sebagian besar anggota PPI (lebih…)




