Archive for the ‘AGAMA DAN KEPERCAYAAN’ Category

Selamat Idul Fitri 1438 H/2017

Sabtu, Juni 24th, 2017

Kami sekeluarga mengucapkan:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

(lebih…)

Sukses Ramadhan Songsong Idul Fitri

Minggu, Juni 18th, 2017

Separuh lebih Bulan Ramadhan telah berlalu. Kini, sebagian masyarakat mulai mudik lebaran dan menyiapkan semarak hari raya. Beberapa diantaranya bahkan sampai melupakan keutamaan Bulan Ramadhan, bulan suci yang penuh keutamaan. Benarkah Ramadhan kita hingga (lebih…)

Sahabatku, Mengapa Menunda Menikah?

Kamis, September 15th, 2016

Mengapa Menunda Menikah Sahabat. Bukankah Esok aku akan menikah di JepangMemang kubutuhkan jodoh yang dapat memahamiku apa adanya. Namun siapakah yang dapat menjaminnya dengan (lebih…)

Selamat Idul Fitri 1434 H

Kamis, Agustus 8th, 2013

Pembaca yang budiman, kami mengucapkan: (lebih…)

Ucapan istirja dan menjaga kesabaran

Sabtu, Oktober 20th, 2012

QS. Al Baqoroh : 156innalillahi wainna ilaihi roo ji uun

(lebih…)

Introduction on the first meeting of CEC-MSAJ 2012/2013

Sabtu, Oktober 20th, 2012

Dear my beloved brothers,

President of MSAJ 2010/2011, Imam Mohsin, atus SyahbudinI am very happy, this sunday morning, 21 October 2012, I have a good chance  to meet the previous and present of CEC-MSAJ. First, I would like to introduce myself: 

My name : AtusI am 3rd year Ph.D. student of The United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS) Ehime University, Matsuyama City, Ehime-ken.

In Indonesia, I work in Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta City, Yogyakarta Province as an educational staff. I have been staying in Ehime since 2008; with my family since 2009, 4 children. My previous activities are as follows:

a) 2011-2012, one president of Indonesian Students” Association in Japan.

b) 2011, president of Matsuyama Islamic Culture Center.

c) 2010-2011, chairman of Indonesian Students” Association in Shikoku.

d) 2009-2010, chairman of Indonesian Students” Association in Ehime University.

Second, I hope that I can contribute in the Central Executive Committee of MSAJ for the sake of Allah (SWT) and for the service of Muslims and Islam in Japan,  .

Jazaakumullaahu khairaa

Atus Syahbudin

Khutbah Jum‘at Menyambut Idul Adha 1433 H

Kamis, Oktober 18th, 2012

Musholla Matsuyama Islamic Culture Center (MICC), 19 Oktober 2012

 (PDF file)

Dialah Alloh  yang telah mengutus pada utusan-Nya dengan membawa petunjuk (Al Qur’an) dan agama yang benar (Islam) agar Alloh memenangkan agama-Nya mengalahkan semua agama walaupun orang-orang musyrik membecinya.

Amma ba’du (dan adapun selanjutnya): Wahai manusia takwalah kepada Alloh Yang Maha Luhur dan toatlah kepada-Nya. (lebih…)

Batu Nisan Ikan Paus (くじらのはか)

Senin, Januari 3rd, 2011

kujira no haka*"Batu-Nisan-Ikan-Paus Jepang, sekolah Jepang, Ehime, Shikoku, study in japan, live in japan"

①    Jaman dahulu kala di sebuah desa nelayan miskin di tepi pantai Jepang terdapat sebuah batu nisan kecil berdiri tegak menjulang di kaki bukit, menghadap ke laut. Tanda (lebih…)

Mensyukuri Indonesia KITA (musim dan suhu)

Jumat, November 26th, 2010

Memang tidak selalu indah hidup di negeri orang, termasuk Jepang. Perbedaan musim dan suhu adalah salah satu alasannya. Indonesia kita terasa sangat begitu nyaman. Hanya ada 2 musim, hujan dan kemarau, masing-masing selama 6 bulan. Pergantian malam dan siang pun relatif stabil, sekitar 12 jam. Kalau (lebih…)

Happy Idul Adha 1429 H di Ehime

Selasa, Desember 8th, 2009

Jam di sebelahku baru saja berdering menunjukkan pukul 06.15 waktu Matsuyama Jepang. Malas rasanya bangun dari pembaringan, karena udara dingin dan badan masih terasa pegal. Semalaman aku di depan komputer dan sehari sebelumnya di lokasi panen mikan (jeruk-red) hanya tidur 3 jam. Setelah sholat subuh pukul 06.30-an aku bergegas menderes 1 halaman Al Qur’an, merapikan futong (selimut tebal-red), selimut tidur dan pakaian. O iya, di sini waktu matahari terbit baru pukul 06.59, sebagai tanda habisnya waktu sholat subuh atau sekitar 04.59 WIB. Hari ini adalah hari raya Idul Adha 1429 H (tahun 2008). Kali pertama bagiku merayakannya di luar (lebih…)

Romadhon 1430 di Jepang akhirnya usai, Alhamdulillaah …

Sabtu, September 19th, 2009

Lho, kok malah senang romadhon usai ? Kan pahalanya jadi biasa lagi, tidak berlipat-lipat ?

Wah, kalau yang ini memang sudah ada ketentuannya 😀 Kalau tidak berpuasa 29 hari, ya otomatis 30 hari, tidak bisa kurang atau lebih banyak. Saat romadhon usai, tentu mari kita menyambutnya dengan senang gembira. Alhamdulillaah …. ternyata berhasil juga ya berpuasa di musim summer Jepang. Panas-panas dengan banyak godaan gadis Jepang 😉 Mungkin ini adalah puasa di bulan terpanas. Eeeiiit, tapi (lebih…)

Summer Romadhon 2009 di Matsuyama Jepang

Minggu, September 13th, 2009

Berpuasa romadhon di Jepang saat musim panas (summer) bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang. Bukan hanya panasnya Jepang yang sangat menyengat, namun juga karena panjangnya siang hari di jepang, mulai fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Di awal puasa, 22 Agustus 2009 lalu kami mengakhiri sahur pada pukul 04.06 dan berbuka kira-kira 15 jam kemudian (18.48) waktu Jepang. Suhu kala itu di siang hari mencapai 36C. Sebenarnya kondisi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan puncaknya musim panas, yakni di akhir bulan Juli atau awal (lebih…)

Lailatul Qodr on line

Jumat, September 11th, 2009

I’tikaf dimana Pak?” muncul tiba-tiba di YM saya malam ke-22 Romadhon ini. “Mas, di Jepang i’tikafnya bagaimana ?” pertanyaan serupa di malam ke-21 kemarin.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Romadhon adalah dambaan setiap muslim dan seharusnya menjadi menu wajib yang menghiasi detik-detik menyongsong berakhirnya bulan yang penuh barokah ini. Bagaimana tidak ? Akan luar biasa hasil yang didapat bila kita sukses menjalani. Cukup dengan berdiam diri saja, pahala pun mengalir deras, membandingi semua ibadah apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin yang berada di luar masjid. (lebih…)

Mensyukuri Indonesia kita (menetapi ibadah)

Senin, Februari 2nd, 2009

sholat sujud dan beribadah sekolah di jepangSaya menyadari bahwa ini adalah Jepang, bukan Indonesia kita. Dua kali pertemuan dengan Sensei di Makasar dan Gorontalo semakin mempertegas keyakinan itu. Bahwa beda negara akan menimbulkan banyak perbedaan. Bahasa dan makanan sudah barang tentu. Saya pun menyaksikan kebiasaan minum bir itu saat di Sulawesi. Bagi orang Jepang minum bir adalah hal biasa, begitu pula minum sake dan wine. Tidak beda antara pria dan wanita Jepang, sama saja. Di rumah, di kantor, di restoran Jepang, sama saja. “Atus San, di sake inilah kunci enaknya makanan orang Jepang. Makan lalu minum sake,” kata Sensei saya ketika mentraktir pada malam (lebih…)

Culture Shock malam pertama di Jepang

Senin, Oktober 20th, 2008

Culture Shock untuk sekolah di jepang

vietjapa.seesaa.net

Culture Shock. Itulah 2 kata yang sering kudengar dari orang-orang yang berpergian ke tempat yang baru. “Kamu akan jadi seperti orang bodo, keahlian kita jadi tidak berguna. Masalahnya apa? karena kita tidak dapat berkomunikasi”.  Begitulah salah satu nasehat teman sejawat ketika saya pamitan ke Jepang. O o ..  Memang harus diakui, hingga detik-detik keberangkatanku ke Jepang aku masih belum mahir berbahasa Jepang. Padatnya aktivitas sosial (lebih…)

Merasakan sholat jumat berbahasa Indonesia, Arab dan Inggris di Jepang

Sabtu, Oktober 11th, 2008

Setelah merasakan dan menikmati sholat jumat berbahasa Indonesia dan Arab di Indonesia. Akhirnya, pada jumat minggu I bulan Oktober 2008 ini saya berkesempatan menunaikan sholat jumat berbahasa Inggris di Jepang. Bertempat di ruang internasional Universitas Ehime (kampus utama Johoku.) ada sekitar 25 (lebih…)

Nikmatnya Romadhonku …….

Sabtu, Oktober 11th, 2008

Malam-malam Romadhonku tahun ini di Indonesia begitu terasa. 10 hari i’tikaf kulalui dengan menghitung waktu demi waktu, hingga saat-saat akhir menjelang keberangkatanku ke negeri sakura, Ehime Ken. Sebuah provinsi yang kata orang merupakan kota terbesar di  Pulau Shikoku, Jepang. Diriku begitu menikmati detik detik akhir malam Romadhon di masjid kampungku, Pundungrejo, Kalasan. “Fabi ayyi’aalaaaa irobbikumaa tukadzdzibaan …”. Alunan ayat-ayat itu begitu dalam di hati, bercerita tentang kenikmatan surga yang luarbiasa. (lebih…)