Archive for the ‘Cobaan di Jepang’ Category

MICC Memperkenalkan Islam di Jepang

Minggu, September 23rd, 2012

Citizen6, Jepang: Maraknya demo terhadap film Innocence of Muslims tidak menyurutkan semangat tiga muslimah Matsuyama Islamic Cultural Center (MICC) untuk menjadi pembicara dalam forum Indonesian Family Life and Islam. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Creative Alternative Society (CAS) tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 JST hingga 13.30 JST di Matsuyama International Center (MIC), Ehime-ken, Jepang, pada (19/9). 

Sakura Mbahman Jumiati Syahbudin MICC mengenalkan Islam di Jepang September 2012 Setelah sambutan dari panitia, acara dilanjutkan dengan presentasi tentang Indonesia dan Islam dalam bahasa Jepang oleh Jumiati. Dalam uraiannya, Jumiati menjelaskan mengenai (lebih…)

Mensyukuri Indonesia KITA (musim dan suhu)

Jumat, November 26th, 2010

Memang tidak selalu indah hidup di negeri orang, termasuk Jepang. Perbedaan musim dan suhu adalah salah satu alasannya. Indonesia kita terasa sangat begitu nyaman. Hanya ada 2 musim, hujan dan kemarau, masing-masing selama 6 bulan. Pergantian malam dan siang pun relatif stabil, sekitar 12 jam. Kalau (lebih…)

Romadhon 1430 di Jepang akhirnya usai, Alhamdulillaah …

Sabtu, September 19th, 2009

Lho, kok malah senang romadhon usai ? Kan pahalanya jadi biasa lagi, tidak berlipat-lipat ?

Wah, kalau yang ini memang sudah ada ketentuannya 😀 Kalau tidak berpuasa 29 hari, ya otomatis 30 hari, tidak bisa kurang atau lebih banyak. Saat romadhon usai, tentu mari kita menyambutnya dengan senang gembira. Alhamdulillaah …. ternyata berhasil juga ya berpuasa di musim summer Jepang. Panas-panas dengan banyak godaan gadis Jepang 😉 Mungkin ini adalah puasa di bulan terpanas. Eeeiiit, tapi (lebih…)

Summer Romadhon 2009 di Matsuyama Jepang

Minggu, September 13th, 2009

Berpuasa romadhon di Jepang saat musim panas (summer) bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang. Bukan hanya panasnya Jepang yang sangat menyengat, namun juga karena panjangnya siang hari di jepang, mulai fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Di awal puasa, 22 Agustus 2009 lalu kami mengakhiri sahur pada pukul 04.06 dan berbuka kira-kira 15 jam kemudian (18.48) waktu Jepang. Suhu kala itu di siang hari mencapai 36C. Sebenarnya kondisi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan puncaknya musim panas, yakni di akhir bulan Juli atau awal (lebih…)

Lailatul Qodr on line

Jumat, September 11th, 2009

I’tikaf dimana Pak?” muncul tiba-tiba di YM saya malam ke-22 Romadhon ini. “Mas, di Jepang i’tikafnya bagaimana ?” pertanyaan serupa di malam ke-21 kemarin.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Romadhon adalah dambaan setiap muslim dan seharusnya menjadi menu wajib yang menghiasi detik-detik menyongsong berakhirnya bulan yang penuh barokah ini. Bagaimana tidak ? Akan luar biasa hasil yang didapat bila kita sukses menjalani. Cukup dengan berdiam diri saja, pahala pun mengalir deras, membandingi semua ibadah apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin yang berada di luar masjid. (lebih…)

Mensyukuri Indonesia kita (menetapi ibadah)

Senin, Februari 2nd, 2009

sholat sujud dan beribadah sekolah di jepangSaya menyadari bahwa ini adalah Jepang, bukan Indonesia kita. Dua kali pertemuan dengan Sensei di Makasar dan Gorontalo semakin mempertegas keyakinan itu. Bahwa beda negara akan menimbulkan banyak perbedaan. Bahasa dan makanan sudah barang tentu. Saya pun menyaksikan kebiasaan minum bir itu saat di Sulawesi. Bagi orang Jepang minum bir adalah hal biasa, begitu pula minum sake dan wine. Tidak beda antara pria dan wanita Jepang, sama saja. Di rumah, di kantor, di restoran Jepang, sama saja. “Atus San, di sake inilah kunci enaknya makanan orang Jepang. Makan lalu minum sake,” kata Sensei saya ketika mentraktir pada malam (lebih…)

Alloh masih mencintai

Kamis, Januari 29th, 2009

Saatnya untuk menerima, apapun hasilnya ….

Usaha, doa, pasrah, husnudzon, tawakal

Air mata pun mengiringi duka siang ini 🙁 (lebih…)

Rindu Istri

Kamis, Januari 22nd, 2009

Menuntut ilmu di luar negeri menjadi kesempatan sangat berharga bagi siapa saja, termasuk saya. Banyak hal positif yang diperoleh. Juga pengalaman luar biasa yang tidak bisa dirupiahkan. Apalagi bila keluarga tercinta ikut serta bersama, menemani hari-hari berat selama menimba ilmu. Makan, ada yang memasakkan; badan capek, ada yang memijatnya <smile>. Gelak tawa 😀 dan senyum manis 🙂 mereka pun menjadi obat penghilang stress.

Ini adalah hari ke-4, tekanan itu berhasil kembali mencuri perhatian saya dan terasa semakin berat.  Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa Nepal dan (lebih…)

Culture Shock malam pertama di Jepang

Senin, Oktober 20th, 2008

Culture Shock untuk sekolah di jepang

vietjapa.seesaa.net

Culture Shock. Itulah 2 kata yang sering kudengar dari orang-orang yang berpergian ke tempat yang baru. “Kamu akan jadi seperti orang bodo, keahlian kita jadi tidak berguna. Masalahnya apa? karena kita tidak dapat berkomunikasi”.  Begitulah salah satu nasehat teman sejawat ketika saya pamitan ke Jepang. O o ..  Memang harus diakui, hingga detik-detik keberangkatanku ke Jepang aku masih belum mahir berbahasa Jepang. Padatnya aktivitas sosial (lebih…)