Archive for the ‘SEKOLAH DAN PERNIKNYA’ Category

SEADANYA, TAPI MAHASISWA JAWARA

Rabu, Agustus 9th, 2017

Ini bukan kali pertama, sudah terjadi beberapa kali. Selalu, mintanya baru saja, namun ingin segera dipenuhi. Tadi malam Pak Wakil Dekan nge-chat saya.

“Saya barusan terima telepon dari Kemenpora yang intinya ada kesempatan bagi 1 mahasiswa yang paham dan mampu menjelaskan perihal lingkungan untuk mengikuti konferensi di Jepang, gratis, antara 19-26 September 2017. Ada kandidat?” tanya Pak Wadek.
Saya hanya mbatin, sungguh beruntung mahasiswa yang nantinya terpilih. Piknik seminggu gratis ke Jepang.
“Syaratnya apa Pak?” tanya saya demi kepantasan kandidat.
“Mahasiswa aktif, berprestasi, lancar berbahasa Inggris dengan toefl lebih dari 500,” jelasnya.
“Jika memungkinkan mahasiswa tahun ke-3, sehingga bisa memperkaya porto folio mapres,” buru-buru Pak Wadek menambahkan.
Pikiran saya pun segera memfilter seoptimal mungkin: dari semua mahasiswa yang memperoleh LEM Awards 2016 lalu, mahasiswa PKM, bimbingan skripsi dan akademik. Namun tetap saja belum menemukannya. Syarat lancar berbahasa Inggris itu lho yang membuat saya meragukan mahasiswa.
“Saya perlu CV mereka malam ini juga. Gak papa CV seadanya, yang penting ada, karena menjadi bukti rekam jejak kandidat,” saya pun memutuskan.
Setelah tertidur di bis semalaman dalam perjalanan Jember-Yogyakarta, akhirnya pagi ini saya kirimkan 2 CV seadanya yang saya bisa dapatkan. Ya, sedapat saya dan secepat apa para mahasiswa memenuhi keinginan Pak Wadek. CV seadanya, namun mereka jawara lho. Rekam jejaknya sudah ditumpuk-tumpuk sejak bangku SMP, tersusun konsisten hingga hari ini.
Ya begitulah, kehidupan seringkali sulit menyediakan proses yang ideal. Mintanya baru saja, namun ingin segera dipenuhi. Tanpa kompromi kawan. Yang siap menjadi jawara, bersiaplah terus dengan CV terbaik dan ter-up date. Jangan protes juga, saya selalu menandatangani KRS mahasiswa dengan menyerahkan 2 syarat: CV terbaru dan artikel mengapa IPK-nya naik atau turun. Selamat berjuang!


Penulis: Atus Syahbudin

Profesor Termuda UGM, Prof. Agung Endro Nugroho Seusia Siapa?

Kamis, Februari 28th, 2013
Prof. Agung Endro Nugroho saat pengukuhan Guru Besar UGM (sumber: TRIBUNJOGJA/BRAMASTO ADHI)

Prof. Agung Endro Nugroho saat pengukuhan guru besar di Balairung UGM (sumber: TRIBUNJOGJA/BRAMASTO ADHI)

Kemarin Kamis, 28 Feb 2013, Mas Agung secara resmi menggenapi jumlah profesor di Fakultas Farmasi UGM menjadi 50%. Dia memecahkan rekor sebagai anggota termuda Majelis Guru Besar UGM saat ini. Dari NIP PNS-nya, saya bisa mengetahui bahwa Mas Agung memulai karirnya sejak 1 Maret 1999 dan lahir pada tanggal 15 Januari 1976. Mirip-mirip dengan kita ya 🙂 (lebih…)

Manfaatkan Waktu Belajar di Luar Negeri

Kamis, Oktober 4th, 2012

REPUBLIKA.CO.ID. Belajar di luar negeri menjadi impian banyak anak Indonesia. Dari sekian banyak, hanya sedikit yang beruntung. Apalagi yang bebas mengelana menuntut ilmu berbekal beasiswa. Apapun negara tujuannya, tak peduli jenjang yang ditempuh, semuanya menjadi kesempatan yang menguntungkan. Masa depan tampak lebih berkilau dan menjanjikan.

Manfaatkan Waktu Belajar di Luar Negeri Republika Online by Atus Syahbudin  5 Oktober 2012Tahun ajaran baru ini kembali menyajikan senyum lebar dan perasaan bangga para pendatang baru. Takjub dan heran akan negeri lain yang serasa kontras dengan Indonesia. Ambil contoh saja: (lebih…)

Persiapan presentasi: HOW?

Selasa, Oktober 2nd, 2012

reputasi dosen dalam seminar mahasiswa atus syahbudinApabila mahasiswa akan melakukan presentasi ilmiah di kegiatan akademis, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional, maka perlu diingat bahwa reputasi dosen pembimbing akan turut dipertaruhkan di hadapan khalayak. Untuk itu, every thing must be well-prepared, well-organized, well-understandable (terlebih lagi dimengerti dahulu oleh dirinya sendiri). Kerja kolabarasi antar rekan laboratorium untuk saling mengkritik dan jangan jemu berkonsultasi dengan professor sangatlah diperlukan. Barulah LAYAK TAMPIL! (FB Tuswadi Hirodai, 3 Oktober 2012)

Countdown: Selamat Datang & Selamat Tinggal Luar Negeri!

Senin, Oktober 1st, 2012

atus 3 x 4 di matsuyama international center, ehime, japan

Waktu datang dan pergi tanpa kompromi. Hanya ada 365 hari dan 12 bulan setahun, 7 hari seminggu dan 24 jam sehari. Itu saja. Tidak lebih dan tidak kurang.

Bagi yang baru saja tiba di luar negeri, segeralah membuat prioritas sesuai tujuan hidup, bakat dan minat. Tentukanlah indikator-indikatornya, seperti: jumlah publikasi (lebih…)

Beasiswa Jepang (MONBUKAGAKUSHO) 2012 untuk Lulusan SLTA

Selasa, Mei 10th, 2011

Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), (lebih…)

Ini dia kegiatan hari pertama kelas I SD Jepang

Kamis, April 7th, 2011
hari pertama sekolah di SD Yuzuki Jepang untuk sekolah jepang

Hari pertama sekolah di SD Jepang

Hari pertama di SD Jepang akan menjadi saat yang menyenangkan, juga sekaligus mendebarkan (doki-doki). Bagaimana tidak? Anak kita akan memakai jas Jepang dengan gagahnya, yang sangat tidak biasa bagi siswa SD di Indonesia. Jangan kan siswa SD, para mahasiswa S1 pun belum tentu memiliki jas 😀 Kesenangan pun bertambah dengan tas Jepang, kotak pensil shinkanzen, dll. Namun bagi yang baru pertama kali berteman dengan anak Jepang, wah mungkin takut dan berdebar-debar. Bahasa Jepang, buku-buku Jepang dan wajah-wajah Jepang akan menghiasi ruang kelas SD Jepang di hari pertama ini.

A. Ruang kelas

Sebagaimana penjelasan sebelumnya, pukul 09.30-09.50 waktu Jepang merupakan saat di depan meja administrasi di depan kelas. (lebih…)

Selamat bersenang-senang di kelas I SD Jepang!

Selasa, April 5th, 2011
Ulin sekolah di SD Yuzuki Jepang kelas I 8 April 2010 untuk sekolah jepang

Ulin ichi nen sei SD Yuzuki 8 April 2010

Omedetou! Selamat bersenang-senang Ulin di sekolah,” tulis Mama Eiko, teman Jepang kami tahun lalu di wall FB. Hm … selamat bersenang-senang? Yang benar aja, bukankah anak-anak akan belajar dan sekolah (di SD Jepang)? Pesan inilah menjadi salah satu hal yang membekas sejak 2010 lalu. Kini setelah hampir setahun berlalu, akhirnya kami merasakan dan melihat sendiri berbagai kegiatan bersenang-senang di SD Yuzuki Jepang.

Sahabat sekolah Jepang, tidak terasa, besok Jumat/8 April 2011 (tanggal yang sama dengan tahun lalu) anak ketiga kami, Odhin, dan beberapa teman mainnya, seperti: (lebih…)

Mereka TIDAK MENJARAH saat gempa Jepang terjadi

Jumat, Maret 18th, 2011

“Sepertinya, salah satunya karena pendidikan sejak usia dini di Jepang, Pak :)”

Sikap Penduduk Jepang

Daerah rawan bahaya PLTN Fukushima Jepang by sekolah jepang

Daerah rawan bahaya PLTN Fukushima (NHK)

Bagaimana takjubnya dunia terhadap perilaku penduduk Jepang pasca musibah tsunami sudah banyak Anda baca. Dunia kagum dengan kedisiplinan dan kerukunan orang Jepang melewati masa-masa sulit. Tak ada rebutan makanan, walaupun perut kosong atau anak menangis. Tak ada saling serobot lalu lintas, meski sudah lebih dari lima jam jalan tidak bergerak. Tak ada amarah atau komplain yang diucapkan, kendati listrik terus-menerus padam dan (lebih…)

A Trip Going to Dutch

Rabu, Desember 22nd, 2010

specimen herbariumMore than five years ago I was starting to dream going to Dutch, a land of tulip. Because of study on forest botany, I need to go there in order to visit the biggest herbarium in the world. As an international herbarium, ‘Leiden’, it is commonly called, has many specimens of herbarium from all over the world, included Indonesian’s herbarium that they collected during occupying period. It will be very fascinating and enjoyful if I can stay minimum 1 month to study on this herbarium. Off course, also enjoy the beauty of tulip as a country flower and (lebih…)

Anakku masuk SD Jepang, persiapan apa ya?

Kamis, April 1st, 2010

 

atus di SD Saijo, Ehime, Jepang dengan batik Indonesia di Jepang, ada seragam SD Jepang, ruang kelas SD Jepang, tas Jepang, gadis jepang, hasil karya siswa SD JepangPertama-tama saya mengucapkan Selamat kepada Sahabat Sekolah Jepang yang anaknya Insya Allah akan masuk SD Jepang bulan April nanti. Mudah-mudahan persiapannya sudah dilakukan sejak saat ini dan juga mudah-mudahan dalam waktu singkat anak kita dapat cepat (lebih…)

Persiapan sekolah dan tinggal di Jepang

Senin, Oktober 19th, 2009

 

logo ppi jepang untuk sekolah dan berorganisasi di jepang

ppijepang.org

Artikel di bawah ini berisi rangkuman secara garis besar mengenai hal-hal penting yang harus dipersiapkan sebelum berangkat ke Jepang (sumber: website PPI Jepang).

1. Admission Letter dari universitas yang dituju

Admission Letter yang dimaksud adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh universitas yang bersangkutan yang menyatakan bahwa Saudara telah dinyatakan lolos ujian masuk dan diterima di universitas tersebut. Dokumen ini bukan Informal Consent/Letter of Acceptance dari professor yang (lebih…)

Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?

Rabu, Juli 1st, 2009

Ditulis pada oleh Anto Satriyo Nugroho

Presentasi merupakan satu bagian tak terpisahkan dari kegiatan kita sebagai peneliti. Dengan presentasi, kita berusaha mengkomunikasikan ide kita secara langsung kepada pendengar yang berarti juga pada komunitas ilmiah (thought collective). Beberapa kali saya melihat di gakkai, banyak peneliti yang sebenarnya materinya sangat menarik, tapi cara mempresentasikan idenya membuat orang malas mengikuti. Ada yang presentasi sambil membaca teks, ada yang terlalu banyak memakai animasi power point yang tidak perlu (huruf loncat-loncat, bendera berkibar-kibar), ada juga yang presentasi seperti membaca hafalan tanpa sekalipun eye-contact (lebih…)

Festival Budaya dan Kunjungan Kelas di SD Saijo Jepang

Sabtu, Juni 13th, 2009

PPI AIDAI (komsat Ehime University), Korda Shikoku, Jepang

Rabu, Oktober 15th, 2008

PPI Aidai merupakan Persatuan Pelajar Indonesia yang sedang belajar di Ehime Prefecture, Jepang. Saat ini sekitar 25 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia sedang menimba ilmu di sini. Ada yang dari Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Makasar,  Samarinda, Gorontalo, dll. Sebagian besar anggota PPI (lebih…)