“Lho, kok malah senang romadhon usai ? Kan pahalanya jadi biasa lagi, tidak berlipat-lipat ?“
Wah, kalau yang ini memang sudah ada ketentuannya 😀 Kalau tidak berpuasa 29 hari, ya otomatis 30 hari, tidak bisa kurang atau lebih banyak. Saat romadhon usai, tentu mari kita menyambutnya dengan senang gembira. Alhamdulillaah …. ternyata berhasil juga ya berpuasa di musim summer Jepang. Panas-panas dengan banyak godaan gadis Jepang 😉 Mungkin ini adalah puasa di bulan terpanas. Eeeiiit, tapi (lebih…)
Malam-malam Romadhonku tahun ini di Indonesia begitu terasa. 10 hari i’tikaf kulalui dengan menghitung waktu demi waktu, hingga saat-saat akhir menjelang keberangkatanku ke negeri sakura, Ehime Ken. Sebuah provinsi yang kata orang merupakan kota terbesar di Pulau Shikoku, Jepang. Diriku begitu menikmati detik detik akhir malam Romadhon di masjid kampungku, Pundungrejo, Kalasan. “Fabi ayyi’aalaaaa irobbikumaa tukadzdzibaan …”. Alunan ayat-ayat itu begitu dalam di hati, bercerita tentang kenikmatan surga yang luarbiasa. 
