Archive for the ‘Puasa Ramadhan’ Category

Romadhon 1430 di Jepang akhirnya usai, Alhamdulillaah …

Sabtu, September 19th, 2009

Lho, kok malah senang romadhon usai ? Kan pahalanya jadi biasa lagi, tidak berlipat-lipat ?

Wah, kalau yang ini memang sudah ada ketentuannya 😀 Kalau tidak berpuasa 29 hari, ya otomatis 30 hari, tidak bisa kurang atau lebih banyak. Saat romadhon usai, tentu mari kita menyambutnya dengan senang gembira. Alhamdulillaah …. ternyata berhasil juga ya berpuasa di musim summer Jepang. Panas-panas dengan banyak godaan gadis Jepang 😉 Mungkin ini adalah puasa di bulan terpanas. Eeeiiit, tapi (lebih…)

Summer Romadhon 2009 di Matsuyama Jepang

Minggu, September 13th, 2009

Berpuasa romadhon di Jepang saat musim panas (summer) bisa jadi menakutkan bagi sebagian orang. Bukan hanya panasnya Jepang yang sangat menyengat, namun juga karena panjangnya siang hari di jepang, mulai fajar menyingsing hingga matahari terbenam. Di awal puasa, 22 Agustus 2009 lalu kami mengakhiri sahur pada pukul 04.06 dan berbuka kira-kira 15 jam kemudian (18.48) waktu Jepang. Suhu kala itu di siang hari mencapai 36C. Sebenarnya kondisi ini masih belum seberapa bila dibandingkan dengan puncaknya musim panas, yakni di akhir bulan Juli atau awal (lebih…)

Lailatul Qodr on line

Jumat, September 11th, 2009

I’tikaf dimana Pak?” muncul tiba-tiba di YM saya malam ke-22 Romadhon ini. “Mas, di Jepang i’tikafnya bagaimana ?” pertanyaan serupa di malam ke-21 kemarin.

I’tikaf atau berdiam diri di masjid selama 10 malam terakhir di bulan Romadhon adalah dambaan setiap muslim dan seharusnya menjadi menu wajib yang menghiasi detik-detik menyongsong berakhirnya bulan yang penuh barokah ini. Bagaimana tidak ? Akan luar biasa hasil yang didapat bila kita sukses menjalani. Cukup dengan berdiam diri saja, pahala pun mengalir deras, membandingi semua ibadah apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin yang berada di luar masjid. (lebih…)

Nikmatnya Romadhonku …….

Sabtu, Oktober 11th, 2008

Malam-malam Romadhonku tahun ini di Indonesia begitu terasa. 10 hari i’tikaf kulalui dengan menghitung waktu demi waktu, hingga saat-saat akhir menjelang keberangkatanku ke negeri sakura, Ehime Ken. Sebuah provinsi yang kata orang merupakan kota terbesar di  Pulau Shikoku, Jepang. Diriku begitu menikmati detik detik akhir malam Romadhon di masjid kampungku, Pundungrejo, Kalasan. “Fabi ayyi’aalaaaa irobbikumaa tukadzdzibaan …”. Alunan ayat-ayat itu begitu dalam di hati, bercerita tentang kenikmatan surga yang luarbiasa. (lebih…)