Taman Nasional Jepang,VEGETASI DAN POHON JEPANG

Hutan Shikoku di Taman Nasional Ashizuriuwakai Jepang

27 Agu , 2009  

Pulau Shikoku Jepang bertopografi berbukit-bukit. Vegetasi dan spesies subtropis tumbuh dan berkembang, menyusun hutan-hutan di sini. Untuk mengenalnya lebih lanjut, ada baiknya kunjungi link berikut ini. Ada beberapa foto menarik di Taman Nasional Ashizuriuwakai, salah satu taman nasional Jepang di Ainan-cho, Pulau Shikoku.

Penulis:

atus syahbudin dosen kehutanan ugm, sekolah di jepang, mahasiswa universitas ehimeAtus Syahbudin, seorang pembelajar yang ingin ‘esok harus lebih baik’; senang berkebun dan berinteraksi 🙂 dengan berbagai logo you tube sekolah di jepangtwitter_logo sekolah jepang atus syahbudin facebook-logo FBkomunitas. Semoga Sahabat berkenan silaturohim >

,

Cara menulis dan presentasi,Mahasiswa Jepang,SEKOLAH DAN PERNIKNYA

Bagaimana memberikan presentasi yang baik dan efektif?

1 Jul , 2009  

Ditulis pada oleh Anto Satriyo Nugroho

Presentasi merupakan satu bagian tak terpisahkan dari kegiatan kita sebagai peneliti. Dengan presentasi, kita berusaha mengkomunikasikan ide kita secara langsung kepada pendengar yang berarti juga pada komunitas ilmiah (thought collective). Beberapa kali saya melihat di gakkai, banyak peneliti yang sebenarnya materinya sangat menarik, tapi cara mempresentasikan idenya membuat orang malas mengikuti. Ada yang presentasi sambil membaca teks, ada yang terlalu banyak memakai animasi power point yang tidak perlu (huruf loncat-loncat, bendera berkibar-kibar), ada juga yang presentasi seperti membaca hafalan tanpa sekalipun eye-contact More…

Internet Jepang,KOMUNIKASI,Sahabat Sekolah Jepang,SOSIAL DAN BUDAYA

Temanku di dunia maya Jepang

28 Mei , 2009  

“Akhirnya kujumpai sisi lain dari kehidupan dunia mayaku di Jepang”:)

Berawal dari keiinginan memancing para mahasiswa kehutanan yang aktif di friendster; mendapatkan fotoku di facebook teman Jermanku, serta menjalin komunikasi dengan istri Indonesiaku via yahoo messenger, akhirnya kujumpai sisi lain dari kehidupan dunia mayaku. Satu persatu teman lamaku mulai kutemukan. Ada teman di jaman putih abu-abu dan putih biru tua, serta sedulur-sedulur di pembinaan generus dan muda mudi. Semuanya serba kebetulan, tanpa perencanaan. Padahal, More…

,

Disiplin Jepang,JEPANG MAJU, MENGAPA?,Lalu lintas Jepang,Sampah Jepang,SOSIAL DAN BUDAYA

Agama punya Kitab Suci, Prefecture Jepang punya aturan

15 Apr , 2009  

Pepatah mengatakan “Di mana bumi dipijak di situlah langit dijunjung”. Di Matsuyama (Jepang) ini, kami hanya pendatang. Semuanya serba baru, Jepang punya: bahasa, makanan, cuaca, dan banyak yang lainnya, termasuk aturan main Jepang.

1. Five menit before. Datang 5 menit sebelum acara dimulai adalah keharusan. Baik itu dalam acara semacam More…

, , ,

MAKANAN DAN CARANYA,Sea food Jepang

HEMAT sea food di Matsuyama

26 Mar , 2009  

Ada banyak cara berhemat di negeri Sakura. Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang cara berhemat di Kota Matsuyama. Mari kita mulai dari berburu sea food: Ikan, udang, gurita dan cumi-cumi. Bagi yang senang sea food mungkin akan betah tinggal di Matsuyama. Bagaimana tidak? Di sini harga hasil tangkapan laut, seperti ikan, udang dan cumi-cumi tidak begitu mahal. Sebagian bahkan relatif sama dengan harga di Indonesia kita bila di rupiahkan atau lebih murah. Kondisinya masih segar bugar, karena baru saja ditangkap serta aman dari limbah industri. Pantai dan lautnya nampak bersih dari sampah dan limbah lainnya. Kerang pun banyak dijual dengan variasi jenis dan ukuran. Nah, walaupun harga seafood di supermaret relatif murah dibandingkan makanan lainnya, tapi kalau mau yang lebih murah lagi, berkunjunglah ke Pak Tua. Ya , Pak Tua, begitulah kami , para mahasiswa Indonesia memanggilnya. Penjualnya seorang lelaki yang sudah berumur, kira-kira 60 tahun. Mangkal dengan mobil pick up-nya di belakang SD dari jam 10 sampai jam 1 siang. Tidak masalah bila belum lancar berbahasa Jepang. Cukup tunjuk seafood yang diincar sambil berkata: “Ikura desu ka?” (harganya berapa?). Pak tua akan segera berkata dalam bahasa jepang dan itulah harganya <smile>. “hyaku-en, (100 yen, kira-kira setara Rp 10.000), hyaku goju-en (150 yen), nihyaku-en (200 yen), sanbyaku-en (300 yen)  ..” Kalau sepakat, pak tua pun segera membungkus dengan koran dan memasukannya ke dalam plastik. Murah, segar dan dapat banyak 🙂

, , , , , , , ,

Bahasa Jepang,Mahasiswa Jepang,Rumah Internasional Jepang,TEMPAT TINGGAL

Rumah Internasional Universitas Ehime (kokusai kooryu kaikan, Ehime Daigaku)

10 Feb , 2009  

Rumah internasional Ehime University berada di Takanoko Cho 40, Matsuyama City, Prefecture Ehime, Jepang. Perlu 20 menit bersepeda untuk More…

, ,

AGAMA DAN KEPERCAYAAN,Cobaan di Jepang,IKLIM/CUACA JEPANG,Kepercayaan Jepang,MINUMAN,SOSIAL DAN BUDAYA

Mensyukuri Indonesia kita (menetapi ibadah)

2 Feb , 2009  

sholat sujud dan beribadah sekolah di jepangSaya menyadari bahwa ini adalah Jepang, bukan Indonesia kita. Dua kali pertemuan dengan Sensei di Makasar dan Gorontalo semakin mempertegas keyakinan itu. Bahwa beda negara akan menimbulkan banyak perbedaan. Bahasa dan makanan sudah barang tentu. Saya pun menyaksikan kebiasaan minum bir itu saat di Sulawesi. Bagi orang Jepang minum bir adalah hal biasa, begitu pula minum sake dan wine. Tidak beda antara pria dan wanita Jepang, sama saja. Di rumah, di kantor, di restoran Jepang, sama saja. “Atus San, di sake inilah kunci enaknya makanan orang Jepang. Makan lalu minum sake,” kata Sensei saya ketika mentraktir pada malam More…

, , ,

Cobaan di Jepang

Alloh masih mencintai

29 Jan , 2009  

Saatnya untuk menerima, apapun hasilnya ….

Usaha, doa, pasrah, husnudzon, tawakal

Air mata pun mengiringi duka siang ini 🙁 More…

,

Cobaan di Jepang

Rindu Istri

22 Jan , 2009  

Menuntut ilmu di luar negeri menjadi kesempatan sangat berharga bagi siapa saja, termasuk saya. Banyak hal positif yang diperoleh. Juga pengalaman luar biasa yang tidak bisa dirupiahkan. Apalagi bila keluarga tercinta ikut serta bersama, menemani hari-hari berat selama menimba ilmu. Makan, ada yang memasakkan; badan capek, ada yang memijatnya <smile>. Gelak tawa 😀 dan senyum manis 🙂 mereka pun menjadi obat penghilang stress.

Ini adalah hari ke-4, tekanan itu berhasil kembali mencuri perhatian saya dan terasa semakin berat.  Berbeda dengan kebanyakan mahasiswa Nepal dan More…

, , ,