Okt 22 2012


Bangalore 9.26: Eratnya Diaspora Indonesia di Jepang dan India

Bangalore 9.26: Eratnya Diaspora Indonesia di Jepang dan IndiaREPUBLIKA.CO.ID. Raibnya dompet Ibu Makkarennu dalam suatu forum yang terhormat menginspirasi tulisan ini. Saya menyebutnya Bangalore 9.26 yang merujuk pada seminar internasional di Bangalore, India, 26 September 2012. Walau sempat membuncah semalam, kepanikanpun segera menjalar ke Jepang tempat Ibu Makkarennu melanjutkan studi Ph.D. di The United Graduate School of Agricultural Sciences (UGAS) Ehime University. Sinyal tanda bahayapun dibunyikan segera oleh PPI Ehime, PPI Shikoku dan Presidium PPI Jepang. Kemudian berlanjut ke KJRI Osaka, milis PPI Dunia (OISAA), serta Ketua PPI India dan Ketua Simposium Internasional (SI) PPI Dunia di India.

Tidak tanggung-tanggung, tidak hanya uang yang hilang, namun juga kartu visa, KTP, paspor, visa dan re-entry permit Jepang. Segera Sekretaris KJRI Osaka menyarankan untuk mengontak KJRI Mumbai. Di India, adalah Stevan Chondro dan Didi Rahmadi yang menjabat sebagai Ketua PPI India dan Ketua SI PPI Dunia, yang akhirnya membantu dengan sigap.  Tak sampai 2 menit, pesan di inbox facebook Mas Chondro berbalas. Di tempat lain, di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan SI PPI Dunia di India, Mas Didi turut memberikan nomor kontak mahasiswa Indonesia di Bangalore. Panggilannya Satya. Kabarnya baru 3 bulan tiba dari Jakarta. Bantuannya sangat luar biasa, mulai dari tempat seminar, kamar hotel hingga bandara.

Lega rasanya, pada Jumat siang, 28 September 2012, Ibu Makkarennu telah tiba di KJRI Mumbai dan mendapatkan paspor barunya. Ketanggapan Bapak Indra Kusuma, Bapak Leon dan petugas KJRI Mumbai sangat luar biasa. Belum lagi mereka berusaha keras melobi perwakilan Jepang di Mumbai untuk mendapatkan re-entry permit ke Jepang bagi Ibu Makkarennu. Namun gagal, karena pihak perwakilan Jepang di Mumbai membutuhkan surat kuasa dari kantor imigrasi di Jepang.

Kekompakkan PPI India dan KJRI Mumbai juga terjadi di PPI Ehime, KJRI Osaka dan KBRI Tokyo. Mereka memblokir kartu visa, menghubungi kantor internasional Ehime University dan mengusahakan surat keterangan dari UGAS Ehime University guna memperoleh re-entry permit dari imigrasi Jepang di Matsuyama.

Kini semuanya telah membaik. Apalagi Rabu lalu, 3 Oktober 2012, panitia seminar mengabari bahwa paspor Ibu Makkarenu telah dikembalikan ke panitia via pos. Minna San, arigatou gozaimasu (Indonesia: rekan-rekan semua, terima kasih).

Penulis: Atus Syahbudin, Deputi Direktur Pusat Kajian Strategis (PUSKAJI) PPI Dunia 2012/2013, tinggal di Jepang

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/komunitas/perhimpunan-pelajar-indonesia/12/10/22/mcamz0-bangalore-926-eratnya-diaspora-indonesia-di-jepang-dan-india

Bagian yang diedit oleh REPUBLIKA:

Peristiwa yang dapat dilayarlebarkan seperti “Ayat-Ayat Cinta” ini kembali menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan antara diaspora Indonesia. Tidak hanya dalam satu universitas, regional atau negara, melainkan juga antar negara. Apa yang telah digagas oleh Dubes RI untuk Amerika Serikat, Dr. Dino Patti Djalal, dengan menggelar Conggres of Indonesian Diaspora (CID), 6 Juli 2012, patut sangat diapresiasi mengingat Indonesia memiliki jutaan diaspora di luar negeri. Selain pelajar/mahasiswa, masih ada ilmuwan, pekerja profesional, TKI, dan WNI lainnya yang belum bergerak bersama bersinergi dengan Indonesia. Untuk itu, Indonesian Diaspora Network (IDN) di tingkat nasional dan lokal sebagai salah satu rekomendasi CID sangat dinanti-nantikan. Semoga saja para diaspora terbaik bangsa dapat terus berkiprah memajukan Indonesia dan menyebarluaskan pesan-pesan CID di berbagai belahan dunia.

Di samping itu, peran strategis PPI Dunia sebagai organisasi kemahasiswaan di luar negeri tentu juga ditunggu-tunggu.  Pasca lahirnya Overseas Indonesian Students Association Alliance (OISAA), sebutan lain bagi PPI Dunia pada tahun 2007di Australia menjadikan harapan terhadap mahasiswa Indonesia di luar negeri semakin memuncak. Sejarah pun telah mencatat lahirnya Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) dalam SI PPI Dunia 2009 di Den Haag dan dukungan Indonesia menuju negara industri tangguh dalam SI PPI Dunia 2010 di London. Yang teranyar, SI PPI Dunia 2011 di Kuala Lumpur menegaskan pentingnya PPI Dunia untuk Indonesia dan pembentukan Pusat Kajian Stategis (PUSKAJI) PPI Dunia.

Bagaimana dengan SI PPI Dunia 2012 di India? Semoga semangat Ir. Soekarno dan Jawaharlal Nehru kembali berulang dalam wujud yang lain.  Simak dan nantikan debutnya pada tanggal 20-24 Desember 2012 di New Delhi.  Mari diaspora Indonesia berkomitmenlah untuk mengembangkan kemitraan dan kerja sama yang dinamis untuk kesejahteraan Indonesia. Tomorrow must be better

No responses yet




Comments RSS

Leave a Reply